IPAL BIOASAHI

IPAL Medis, Komunal, Domestik, Industri, ETC

  1. INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) BIOASAHI

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) BIOASAHI adalah solusi terbaik bagi permasalahan air limbah Indonesia. IPAL BIOASAHI adalah unit tanki pengolahan air limbah berbahan dasar fiberglass yang menerapkan sistem pengolahan fisika-biologi guna mendapatkan hasil air pasca olah yang sesuai dengan standar pemerintah. IPAL BIOASAHI menerapkan sistem pengolahan biologis dengan sistem biakan bakteri melekat (attached culture) menggunakan media cell yang dikondisikan secara aerobik (dengan oksigen) dan anaerobik (tanpa oksigen) sehingga dapat menurunkan parameter pencemar air limbah berupa BOD, COD, TSS, detergen, nitrat dan pospat secara signifikan sehingga air pasca olah memenuhi baku standar mutu air yang dapat dikembalikan ke lingkungan  sesuai dengan standar yang terdapat pada Peraturan Menteri LHK Nomor 68 Tahun 2016. IPAL BIOASAHI dapat diaplikasikan dalam mengolah air limbah yang bersumber dari kegiatan domestik, kegiatan medis, restoran dan kegiatan industri.

 

Skema pengolahan air limbah IPAL BIOASAHI

Secara umum semua air bekas pakai dan air kotor dari yang bersumber dari perumahan, gedung, dan fasiltas lainnya akan diolah dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah yang dipasang. Air buangan tersebut dapat berasal dari :

  • Kamar Mandi dan Kloset
  • Dapur
  • Sink
  • Lavatory
  • dll

Aliran Air Buangan:

Seluruh air buangan yang berasal dari dapur dan kantin, kamar mandi, wastafel dan kloset langsung menuju ke proses screen dan pre-treatment chamber.

 

Flow Diagram Unit IPAL Bioasahi

Di dalam IPAL BIOASAHI, terdapat beberapa ruangan yang dipisahkan sekat frp, dimana sangat berperan dalam proses secara biological technologi system dengan fungsi yang berbeda pada setiap ruangan yang dibangun dalam tangki Bioasahi. Adapun uraian masing - masing ruangan dan fungsinya dalam proses pengolahan air limbah yaitu:

  • Solid Separation dan pretreatment Chamber adalah ruangan pertama dan kedua dari posisi inlet tangki Bioasahi, dimana didalam ruangan ini dilengkapi dengan plat perporated screen frp yang berguna untuk menjaga material seperti yang berbahan tekstil, plastik kasar/besar dimana tidak bisa diurai dalam sistem Bioasahi RC-Series sehingga tidak masuk kedalam proses lanjutannya, karena dapat mengakibatkan clog / menyumbat aliran proses. Dan setiap waktu tiga sampai enam bulan sekali pihak maintenance memeriksa ruangan ini dan mengambil dengan alat penjepit sampah yang berbahan tekstil atau plastic. Fungsi yang kedua adalah menjaga limbah yang mengandung oil dan grease tidak dapat masuk kedalam proses lanjutan. Fungsi yang ketiga dari ruangan ini adalah terjadinya proses pembusukan air limbah dan terjadi penguraian secara konvensional anaerobik pertama dengan catatan air limbah yang masuk adalah buangan limbah domestik sehingga standarisasi ph tidak diperlukan lagi.
  • Equalizing Chamber fungsi pertama, diharapkan polutan air limbah dapat stabil sebelum masuk ke bak aerasi atau proses biologi. Sumber air buangannya berasal dari berbagai sumber yang memiliki karakteristik berbeda-beda. Sifat air buangan dari kamar mandi sangat berbeda dengan air buangan dari dapur dan kantin. Dengan kata lain, fungsi pertama adalah untuk menghomogenkan air buangan yang akan masuk ke bak aerasi. Apabila bak ekualisasi ini tidak ada, maka akan terjadi beban kejut terhadap massa bakteri yang berkembang pada bak aerasi. Fungsi kedua, adalah untuk mengatur kuantitas air yang masuk bak aerasi agar dapat dibuat secara stabil. Hal ini berhubungan dengan sumber air buangan biasanya terjadi hanya pada waktu-waktu tertentu saja (Peak Hour) misalnya pagi, siang dan sore hari. Jadi fungsi kedua adalah untuk mengatur kuantitas air buangan stabil masuk bak aerasi. Dan fungsi yang ketiga adalah adanya proses filterisasi dengan media cell A, sehingga partikel limbah yang masih kasar tidak bisa langsung menuju proses aerobic, dan fungsi yang terakhir adanya proses penguraian awal secara aerobic dengan ditambahkan sedikit udara dan juga yang berfungsi sebagai pengadukan agar proses homogenisasi dapat berjalan optimal.
  • Aerobic Chamber adalah ruangan ketiga dan keempat dari tangki Bioasahi RC-Series yang dilengkapi dengan media cell A dan B yang terbuat dari bahan PVC dan HDPE yang berbentuk seperti fix media dan bola-bola yang berfungsi untuk tempat media bertumbuhnya bakteri aerobik dengan disediakannya injeksi udara dari double blower merk. Yokohama ex. Jepang, dan udara yang masuk didistribusikan melalui diffuser yang sudah terpasang, dengan jumlah udara dan kapasitas double blower juga diffuser yang sudah diperhitungkan dengan standar perhitungan. sehingga dengan kondisi ini bakteri aerobik dapat tumbuh dan berkembang biak secara optimal, sehingga proses penguraian dapat lebih maksimal sehingga kadar BOD dan COD dapat direduksi secara optimal, dan juga mereduksi bahan yang bersifat bifotil.
  • Sedimentation Chamber adalah ruangan kelima dari tangki Bioasahi RC-Series yang dilengkapi dengan media honey comb yang terbuat dari bahan FRP yang berfungsi untuk memfilter kadar TSS dari hasil proses aerobik sehingga dengan kondisi ini air hasil buangan sudah baik dan dapat layak buang dan aman lingkungan, dan proses akhir dari Bioasahi RC-Series ini adalah proses optional, proses disinfectant yaitu proses pencucian bakteri patogen, sehingga air buangan tidak mencemari atau menebar bakteri yang dapat merugikan kesehatan mahluk hidup disekitar lingkungan. Dengan kondisi satu disinfectant diaktifkan dengan cara mengisi disinfectant tube dengan bahan chlorine tablet jika hasil air buangan diarahkan ke saluran umum / drainase, dan kondisi kedua disinfectant tidak diaktifkan jika air hasil buangan diarahkan ke ekosistem ( Sumur resapan / Kolam ikan ).
  • Effluent Chamber adalah ruangan terakhir dari tangki STP Bioasahi RC-Series yang dilengkapi dengan pompa submersible. Untuk mentransfer hasil buangan yang sudah memenuhi standar hasil baku mutu lingkungan kesaluran kota atau kolam.

Beberapa jenis IPAL yang diproduksi oleh PT. Asahi Fibreglass antara lain:

 

1. IPAL Domestik BIOASAHI

Ipal domestik adalah unit pengolahan air limbah yang bersumber dari kegiatan domestik yang berupa air sisa (greywater) dan air tinja (blackwater). Unit tanki Ipal domestik dapat berupa unit tanki kapasitas kecil dan unit tanki pengolahan yang dibuat secara komunal. Proses pengolahan yang diterapkan adalah proses pengolahan fisika yang berupa pengendapan dan proses pengolahan biologis yang berupa pengolahan biofilter aerob-anaerob dengan media kultur melekat (attached culture).

2. IPAL Medis Rumah Sakit/Klinik

Ipal Medis adalah unit pengolahan air limbah yang bersumber dari kegiatan medis rumah sakit, puskesmas, dan balai kesehatan. Air limbah yang dihasilkan memiliki karakteristik khusus yang dapat diiolah dengan menggunakan sistem khusus yang diaplikasikan pada Unit tanki Ipal medis BIOASAHI. Proses pengolahan yang diterapkan adalah proses pengolahan kimia, proses pengolahan fisika dan proses pengolahan biologis utama yang berupa pengolahan biofilter aerob-anaerob dengan media attached culture.

Sebelum masuk pada pengolahan IPAL utama, air limbah yang berasal dari kegiatan dapur, fasilitas laundry dan laboratorium akan dialirkan menuju proses pretreatment untuk memastikan karakteristik air limbah tidak membahayakan proses pengolahan IPAL utama.  

 

3. IPAL Restoran

Ipal restoran adalah unit pengolahan air limbah yang bersumber dari kegiatan restoran yang pada umumnya memilki kandungan minyak lemak tinggi. Air limbah yang dihasilkan dapat diiolah dengan menggunakan sistem khusus yang diaplikasikan pada Unit tanki Ipal restoran BIOASAHI. Proses pengolahan yang diterapkan adalah proses proses pengolahan fisika dan proses pengolahan biologis utama yang berupa pengolahan biofilter aerob-anaerob dengan media attached culture.

4. IPAL Hotel

Ipal Hotel adalah unit pengolahan air limbah yang bersumber dari kegiatan hotel yang pada umumnya memiliki kandungan konstituen pencemar sama seperti limbah cair domestic pada umumnya. Air limbah yang dihasilkan dapat diiolah dengan menggunakan STP BIOASAHI dengan penerapan system biofilter anaerob aerob. Umumnya, limbah yang bersumber dari kegiatan hotel memerlukan unit post-filter untuk memastikan kondisi air pasca olah sudah aman untuk dikembalikan ke lingkungan.

5. IPAL Industri

Ipal Industri adalah unit pengolahan air limbah yang bersumber dari kegiatan industri berupa air proses dan sejenisnya. Air limbah yang dihasilkan memiliki karakteristik khusus yang dapat diiolah dengan menggunakan sistem khusus yang diaplikasikan pada Unit tanki Ipal Industri BIOASAHI. Studi mengenai karakteristik air limbah perlu dilakukan secara seksama untuk keperluan penentuan desain proses terbaik. Proses pengolahan yang diterapkan adalah proses pengolahan kimia, proses pengolahan fisika dan proses pengolahan biologis utama yang berupa pengolahan biofilter aerob-anaerob dengan media attached culture.

Dan Berbagai Jenis IPAL sesuai Kebutuhan Anda!

 

 

Logo WA
Logo
Head Office

Jl. Arteri Kamal Muara, KBC B-23, Jakarta Utara

Jakarta

Indonesia 14470

Contact
Phone : +62 821 1660 0600
Fax : +62 21 543 80 478
Email : askasahifibreglass@gmail.com